Mengaku Bisa Menggandakan Uang, Muhyaro Bunuh Korbannya Dengan Kejam
Kurangnya edukasi dan pengetahuan di Indonesia menyebabkan sering
terjadi penipuan berkedok penggandaan uang. Selain penggandaan uang,
iming-iming menabung dengan bunga yang
tidak rasional juga kerap memakan korban. Uang jelas tidak akan bisa
digandakan dengan cara apapun, tapi tetap saja ada beberapa orang yang
terkena tipu daya ini.
Beberapa hari yang lalu, terjadi tragedi
memilukan ketika seorang polisi gagah berani anggota Resmob Polda Jawa
Tengah bernama AKP Yahya R Lihu terseret masuk ke dalam jurang usai
menangkap seorang tersangka yang mengaku sebagai dukun pengganda uang
bernama Muhyaro (45). AKP Yahya memborgol tangan Muhyaro dengan
tangannya. Tidak disangka, Muhyaro berlari ke jurang dan terjun. Polisi
inipun terseret masuk ke dalam jurang dan meninggal seketika bersama
Muhyaro. Tragedi ini terjadi pada pukul 02.00 WIB, Kamis (25/7) dini
hari di di Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari Kab Magelang.
Dari kejadian memilukan ini, terkuaklah praktik penggandaan uang yang
jelas merupakan penipuan yang dilakukan oleh Muhyaro. Mulanya, laki-laki
ini memang memberi hasil yang berlipat kepada orang yang datang untuk
menggandakan uang. Namun semakin besar uang yang digandakan, Muhyaro
tidak mengembalikan uang tersebut dan membunuh orang yang mempercayakan
uangnya untuk digandakan oleh Muhyaro.
Muhyaro yang tinggal di
di Dusun Pethung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang
ini ternyata sudah membunuh 3 orang lebih dan menguburnya di sebuah
ladang yang berjarak tidak jauh dari rumahnya. Malang nasib korban
Muhyaro, mereka diperdaya dengan iming-iming uang berlipat dan malah
bukan uang yang didapat, tapi ajal yang mendekat. Hingga hari ini (29/7)
Polisi sedang mencari jenazah korban pembunuhan Muhyaro. Muhyaro
sendiri mengaku sudah membunuh 3 orang namun bisa saja lebih dari itu.
Salah satu korban dari penipuan berujung maut ini adalah Yulanda Rifan
yang merupakan anak dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas
Diponegoro (Undip) Semarang Prof Barda Nawawi. Betapa menyedihkan, masih
banyak orang yang menjadi korban kejahatan penipuan seperti ini. Kini
polisi masih terus mencari kemungkinan adanya korban lain yang
berjatuhan.
Ladies, waspadalah terhadap penipuan seperti ini,
karena faktanya pelaku penipuan dan pembunuhan banyak berada di sekitar
kita. Jangan mudah percaya terhadap iming-iming orang lain dan rajin
mencari tahu kebenaran suatu tawaran bisa menyelamatkan Anda dari
orang-orang yang akan berniat jahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar